detikcom - 23 April 2009
Dugaan praktek penggelembungan suara dalam pelaksanaan pemilihan legislatif terbukti di Kabupaten Sumenep, Madura. Demi bisa memenangkan pemilu, seorang caleg Partai Demokrat untuk DPRD Jatim terungkap menekan PPK untuk melambungkan suaranya.
ADVERTISEMENT
Imbasnya hasil suara caleg tersebut di Kecamatan Manding, yang semula hanya meraup 109 suara mendadak meledak menjadi 429 suara.Modusnya mengalihkan suara partai untuk dirinya.
Perubahan data tersebut diketahui saat rekapitulasi di tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep dan mendapat protes keras dari para saksi.
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Moh Jazuli Muthar mengatakan ada unsur kesengajaan perubahan perolehan suara caleg Partai Demokrat yang diduga dilakukan petugas PPK. Sayangnya KPU enggan menyebut nama caleg yang suaranya melambung itu.
Sebab, ada ketidak samaan hasil perolehan masing-masing caleg dengan lembar rekap yang dipegang oleh masing-masing saksi. Sehingga, saat rekapitulasi di KPU mendapat protes keras dari saksi.
"Modusnya, suara partai Demokrat dikurangi dan dialihkan pada caleg tertentu di partai itu. Akibatnya, suara caleg tertentu lebih tinggi perolehan suaranya dibanding caleg yang lain," terang Jazuli pada wartawan di kantornya, Jalan Asta Tinggi, Kebonagung, Sumenep, Kamis (23/4/2009).
Oknum PPK tersebut, kata dia, langsung diintrogasi oleh KPU Sumenep. Pengakuan sementara, pelaku mendapat tekanan dari caleg yang bersangkutan sehingga terpaksa merubah data perolehan suara.
"Kasus ini sudah ditangani Panwaslu," ucapnya.
Sementara, anggota Panwaslu Sumenep Ach Rifa'ie mengatakan, panwaslu sedang memeriksa Ketua PPK Manding Abd Rahem Umar yang diduga merubah data suara caleg di Partai Demokrat.
"Pagi ini, Panwaslu sedang memeriksa pelaku. Pengakuan sementara, yang bersangkutan memang mengaku mendapat tekanan dari salah seorang caleg Jawa Timur agar merubah suara pileg," ujar Rifa'ie pada detiksurabaya.com di kantornya, Jalan Dr Cipto.
===
Dugaan Keculasan Partai Demokrat hampir terjadi secara menyeluruh diseluruh daerah, makanya suara mereka melonjak cepat. Suatu bentuk kecurangan sistematis.
Penggelembungan Suara Caleg Partai Demokrat Terbongkar
Diposting oleh sirulhaq
Masa
Diposting oleh sirulhaq
Muhammad Sirul Haq
Demi masa
Kerugian sesungguhnya akan terus menyelimuti manusia
Amal saleh giat dilakukan sebagai perkecualian
Seirama bagi orang beriman
Menetapi kesabaran
Menaati kebenaran
Dengan saling menasehati
Agar beriringan demi keselamatan
Demi masa
Dalam perguliran malam berganti siang
Sesungguhnya ada rahasia
Tak terlihat namun nyata
Tak teraba namun terasa
Bahwa senja kala ada penantian
Tentang janji keabadian
Bukti nyata bagi manusia beriman
Demi masa
Manusia tercipta dalam titik masa
Lahir polos demi ketulusan
Bagai kasih butuh sayang
Bagai rindu butuh cinta
Bahwa hidup adalah cobaan
Demi menggapai pencinta sejati
Penyatuan keabadian hasrat
Walau hanya sekuntum mawar
Tabik
Tuan Melayu
(26022009)
Demi masa
Kerugian sesungguhnya akan terus menyelimuti manusia
Amal saleh giat dilakukan sebagai perkecualian
Seirama bagi orang beriman
Menetapi kesabaran
Menaati kebenaran
Dengan saling menasehati
Agar beriringan demi keselamatan
Demi masa
Dalam perguliran malam berganti siang
Sesungguhnya ada rahasia
Tak terlihat namun nyata
Tak teraba namun terasa
Bahwa senja kala ada penantian
Tentang janji keabadian
Bukti nyata bagi manusia beriman
Demi masa
Manusia tercipta dalam titik masa
Lahir polos demi ketulusan
Bagai kasih butuh sayang
Bagai rindu butuh cinta
Bahwa hidup adalah cobaan
Demi menggapai pencinta sejati
Penyatuan keabadian hasrat
Walau hanya sekuntum mawar
Tabik
Tuan Melayu
(26022009)
Hadir KU
Diposting oleh sirulhaq
Imam ALi ra. berkata :
"Kenallah dirimu maka kau akan mengenalnya"
Maka diri dan Tuhan adalah satu
Dia hadir didiri kita
Lebih dekat dari urat leher
Dalam aliran darah
Disetiap denyut jantung
Telah kutiupkan roh ke jasadmu
Maka jagalah dirimu sebaik kamu menjaga-KU
Sebab pada dirimu AKU kan selalu ada
DIsetiap tarikan nafasmu
Disetiap basahan bibirmu
Disetiap Zikir dan doamu
Disetiap gerakmu
dan disetiap pikirmu
AKU kan selalu ada
Mendampingi
Mengawasi
Menghibur
Dan menemanimu ketika kau terlelap
Antang,
Makassar
Lelaki Berkalung Sorban
Muhammad Sirul Haq
Dingin malam menyengat, pelupuk mata membatu seakan melawan tuk terbeliat. Tubuh keras berat dilawan tuk dilunakkan, kepala yang masih bersenggama dengan bantal dicampakkannya. Badan yang tergulai disisi kanan menghadap ke kiblat itu perlahan dibalik menghadap ke timur hingga sisi kira badan bertemu kasur dan mulai membangkitkan diri dikala tak seorangpun terbangun dimalam itu.
Ia terbangun demi cinta. Diusapnya matanya, bergegas menuju telaga penyucian diri. Dibasuhnya tangannya, mulutnya mulai berkumur mengeluarkan liur dan kecamba gigi, hidung yang telah menghirup udara kotor tak lupa dibersihkan. Tak ketinggalan wajah, kedua belah tangan, dahi dan kepala, telinga dan kedua kaki. Semuanya dibasuh tiga kali, dan berdoa demi Tuhan jagad raya yang telah membersihkan hati dan jiwanya, dan menjadikan dirinya diantara orang-orang soleh.
Sehelai sorban telah terkalung dilehernya, selembar sujadah dihamparkan. Titik air yang masih mendekap di wajah dan tangan diusapnya dengan keyakinan bahwa disuatu waktu air ini akan mengantarnya pada cinta abadinya.
Tak berselang berapa lama, dengan gaya menyakinkan, pikiran yang khusyu memulai berucap "Allahu Akbar" petanda membuka tabir cinta perindu malam akan sang Ilahi. Kini ia bergulat dengan cintanya malam itu, 11 rakaat tahajjud dengan ikhlas demi mengharap cinta kasih sayang. Malam itu menjadi terindah baginya, dijumpainya kekasih abadinya tanpa menuntut apapun selain kerendahan hati dan rasa syukur mendalam.
Dan tak ada lain yang dicari lelaki itu penghujung pertigaan malam penghabisan, selain birahinya tersalurkan bagi sang Pecintanya.
Dialah yang maha pecinta dari segala pecinta
Tak mengharap pemberian hanya cinta tulus
Sembah iklas hamba demi bertemu
Sang Pecinta yang pengasih
Hanya DIA cintaku pada-MU
Sebab didiriku ada KAMU
Ia terbangun demi cinta. Diusapnya matanya, bergegas menuju telaga penyucian diri. Dibasuhnya tangannya, mulutnya mulai berkumur mengeluarkan liur dan kecamba gigi, hidung yang telah menghirup udara kotor tak lupa dibersihkan. Tak ketinggalan wajah, kedua belah tangan, dahi dan kepala, telinga dan kedua kaki. Semuanya dibasuh tiga kali, dan berdoa demi Tuhan jagad raya yang telah membersihkan hati dan jiwanya, dan menjadikan dirinya diantara orang-orang soleh.
Sehelai sorban telah terkalung dilehernya, selembar sujadah dihamparkan. Titik air yang masih mendekap di wajah dan tangan diusapnya dengan keyakinan bahwa disuatu waktu air ini akan mengantarnya pada cinta abadinya.
Tak berselang berapa lama, dengan gaya menyakinkan, pikiran yang khusyu memulai berucap "Allahu Akbar" petanda membuka tabir cinta perindu malam akan sang Ilahi. Kini ia bergulat dengan cintanya malam itu, 11 rakaat tahajjud dengan ikhlas demi mengharap cinta kasih sayang. Malam itu menjadi terindah baginya, dijumpainya kekasih abadinya tanpa menuntut apapun selain kerendahan hati dan rasa syukur mendalam.
Dan tak ada lain yang dicari lelaki itu penghujung pertigaan malam penghabisan, selain birahinya tersalurkan bagi sang Pecintanya.
Dialah yang maha pecinta dari segala pecinta
Tak mengharap pemberian hanya cinta tulus
Sembah iklas hamba demi bertemu
Sang Pecinta yang pengasih
Hanya DIA cintaku pada-MU
Sebab didiriku ada KAMU
Perempuan dalam Perenungan
Muhammad Sirul Haq
Duduk tersandar kaku pada tiang mati
Merasakan kesedihan pilu diterpa badai
Semua telah menghilang leyap tersapu angin
Hanya kepedihan tersisa mendalam
Siang malam tak lagi nampak dipelupuk
Mata membengkak meratapi kesedihan mendalam
Anai- anai beterbangan menutupi piluh
Hati tersapu badai menyisahkan lara
Waktu tak mungkin berputar balik
Kekuasaan tak lagi menemani keperkasaan
Ruang menjadi hampa hening tak bermakan
Gitar tak berdawai kehilangan nada
Bernyanyi kini tak mengeluarkan suara
Menari tak elok dipandang rupa oleh lunglai
Ukiran kanvas hanya menyisahkan putih
Goresan tinta meninggalkan jejak duka
Tak ada malam yang perlu ditangisi
Kau dalam sejatimu
Kini tinggal kenangan
Berbuah bui dilautan
Tersapu ombak hilang sekejap
Malam rindu buat perempuanku, puisi ini tuk mengisi pilumu yang tak terobati zaman.
Malam
nikmatilah malam dalam kesejatianmu
Nikmatilah hidup bagaikan seribu tahun kedepan
Ingatlah mati seakan menantinya esok hari
biarkan malam terlelap menemanimu
sebab IA akan menemanimu
Dikala terjaga dan tidurmu
Dialah sang pemilik jagad semesta
Nikmatilah hidup bagaikan seribu tahun kedepan
Ingatlah mati seakan menantinya esok hari
biarkan malam terlelap menemanimu
sebab IA akan menemanimu
Dikala terjaga dan tidurmu
Dialah sang pemilik jagad semesta
Semua Binasa
Muhammad Sirul Haq
Tak ada tersisa
Tujuh petala langit tergunjang
Tiupan bersautan penanda
Menandai hancurnya segala
Tak ada tersisa
Keangkuhan manusia pun sirna
Sebiji zharra pun luluh lantah
Hanya keping bercak darah
dari sebuah kesombongan zaman
Menunggu
Hari dibalasnya semua kesalahan
Tak ada elakan dari kebohongan
Taka ada dusta penyeka kejahatan
Hanya berserah diri jawabnya
Ketika keheningan menghampiri
Langganan:
Postingan (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.